« March 2006 | Main | May 2006 »

April 11, 2006

What a Great Morning

Subhanallah.. pagi ini penuh petualangan

Bangun pagi sakit pinggang kayak ada angin kejebak di perut Ya Allah. Pala pusing nyut-nyutan, sisa tadi malem.

Secapat kilat mempersiapkan diri untuk berangkat. Rasa sakit gak dipeduliin. Dalam benak terpetakan apa saja yang akan dilakukan hari ini. Tilawah di mobil, shalat duha di kampus, belajar sistem embedded, bla bla bla dan seterusnya. Semangat 45!!!

Seperti biasa nyiapin bekel untuk makan siang plus air minumnya. Wow air di dispenser habis. Ya udah, pake air dari teko ajah. Panas rupanya... gapapa deh, bagus ngobatin masuk angin. Hmm tapi kok kayaknya pengen ganti tas deh, pake tas cangklong yang lebihe gede. Tapi gak sempet ah. Nanti malah terjadi keributan akibat keleletan mempersiapkan barang2.

Semua sudah siap. buku, makan siang, hp plus charger, kaos kaki, de el el. udah pake kerudung, jaket, baju rapi. Siap berangkat!!!

Dengan segera kusambar barang2 yang harus di bawa.

Mama bilang, ayo cepetan!!!

Tapi kudengar ada bunyi letusan kecil di suatu tempat. Ah don't care. Yang penting pergi ke kampus.

Pintu di kunci, gerbang ditutup rapat dan naik ke mobil. Siap!!!

Ups, tapi kok ada yang aneh. Kok panas... Masya Allah air di tempat minum tumpah. Basahlah tas, buku, hp dan rok (60% bagian depan). Ya Allah.... Innalillahi wa inna ilaihi rajiun...

Sekarang adegannya heboh menyelamatkan isi tas. Suasananya udah riwueh paciwueh seisi mobil. Untung semuanya masih terkendali. Tapi dalam hati ada penyesalan... bodoh sekali aku ini. Gak punya pikiran. Ya jelas lah, air panas dimasukin tempat minum plastik, trus ditutup rapat-rapat. Pasti tekanan gasnya meningkat (ini pelajaran PTT, Pengantar TEknik Thermal). Ini menimbulkan gaya yang mendorong tutupnya untuk lepas. Ah sudahlah...

Perjalanan terus berlanjut, aku berusaha mengeringkan hpku dengan AC mobil. Gak jadi deh tilawahnya... sepanjang sisa perjalanan aku hanya diam. merenung...

Manajemen waktu kacau, hidup gak seimbang, moody... gimana bisa mandiri kalau kayak gini.... aduh!!! ayo dong berubah. bergerak dengan percepatan tinggi. waktu kita tidak banyak... hidup cuman sebentar. ah... aku memarahi diriku sendiri

Sesampainya di kampus, aku sempatkan makan pagi dulu (biasa, suka breakfast di mobil) sambil menenangkan pikiran.

Ya... ini pasti adalah pelajaran dari Allah. Aku masih mencari hikmah terdalam dari peristiwa ini...

Ada yang mau bantu?

April 10, 2006

Air dan Ikan

Seorang ayah dan anak sedang bercengekerama di pinggir sungai .Sang ayah memberikan nasihat pada anaknya, "Wahai anakku, air itu sangat penting untuk kehidupan kita. Oleh karena itu peliharalah air untuk kelangsungan hidup kita"

Rupanya seekor ikan kecil, diam-diam mendengar pembicaraan dua orang manusia tersebut. Sang ikan kemudian berfikir... berarti aku harus mencari air untuk kelangsungan hidupku. Bisik hati kecilnya...

Berangkat sang ikan kecil itu menjelajahi sungai untuk mencari di manakah air itu berada...

Setiap bertemu dengan ikan lain dia bertanya, di manakah dia bisa mendaptkan air? Namun tak ada satu pun yang mengetahui.

Dia tidak putus asa... Dia terus berenang menuju mata air dan menemui seekor ikan tua yang bijaksana.

"Kek, taukah engkau di mana keberadaan air? ku dengar air itu sangat penting untk kehidupan kita..." tanya ikan kecil

"Anakku... air itu ada di sekelilingmu sekarang. Di dalam airlah engkau hidup anakku."

--The End---

Apa hikmah yang bisa kita ambil dari cerita ini?

Ikan kecil itu ibarat manusia. Dia selalu mencari-cari di mana kebahagiaan dan nikmat itu berada. Padahal sebenarnya dia hidup dalam genangan nikmat yang selalu ada di dekatnya. Karena nikmat itu sangat banyak, manusia sampai tidak menyadari nikmat tersebut. Terus mencari dan mencari hingga lupa bersyukur. Nah, manusia perlu mengevaluasi dan menyadari nikmat-nikmat tersebut. Kemudian mensyukurinya...

Samsons 2 (+ flatliners)

tulisan ini khusus saya persembahan untuk dik Mas TWN (dik tapi mas? :) )

iya nih, ghazwul fikri makin hari makin gencar ya. Lagu-lagu jahiliyah terdengar di seluruh pelosok negeri. Orang-orang yang gak mau denger pun jadi ngedenger, maklum gelombang suara kan merambat melaui udara. Itulah nasib kita sekarang. Harus punya imunitas untuk memelihara diri dari segala bakteri dan virus ghazwul fikri. Di samping imunitas juga, kita perlu pandai-pandai mengambil celah-celah yang menguntungkan (selama itu masih dihalalkan) dari kejadian di sekitar kita.

Seperti lagu samsons ini, misalnya...

Liriknya emang cihuy abizz. Vulgar men! Nah sebagai orang yang faham, kita perlu ,mengambil pelajaran dari lagu ini. Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya. Lagu ini berisi kok. Cuman, tergantung dari sudut mana kita memandang. Kalo kita memandangnya dari sisi hiburan aja, emang menjijikan. Tapi kalo kita waras, kita bisa mengambil sebuah nasihat dari lagu ini. Nasihat tenang pergaulan laki-laki dan perempuan. Seorang perempuan harus bisa menempatkan dirinya dalam posisi yang terhormat supaya gak jadi korban naluri lelaki...

Seperti film titanic. Liat di: http://www.eramuslim.com/i.php/brt/view/0389.htm

menurut Abu Sabh, menteri kebudayaan Palestina, film Titanic ini bagus lho. Sarat akan muatan kemanusiaan. Hanya saja banyak adegan gak penting yang harus disensor abis-abisan.

Menurut beliau juga tidak semua film Holywood itu buruk. Saya sendiri terkesan dengan sebuah film yang berjudul Flatliners. Film ini berkisah tentang 5 mahasiswa kedokteran yang berusaha menyelidiki peristiwa setelah kematian. Masing-masing dari mereka menjadi objek dalam experimen mereka sendiri. Mereka "mematikan dirinya" dalam jangka waktu tertentu. Kisaran waktunya 3-10 menit. Setelah waktu tersebut habis, empat orang kawannya berusaha menghidupkan kawannya kembali.

Apa yang terjadi? dalam kematian singkat mereka, mereka melihat amalan buruk mereka masing-masing. Amalan buruk itu membayangi kehidupan nyata mereka. Mereka ditimpa depresi yang mendalam akibat diburu amalan buruk mereka sendiri. Akhirnya satu persatu mendapatkan obat dari depresi yang mereka alami. Yaitu meminta maaf pada orang yang mereka sakiti.

Parahnya ada salah seorang tokoh yang waktu kecilnya nakal banget. Sampai-sampai dia membuat kawannya jatuh dari pohon dan meninggal. Dosa inilah yang membayangi dirinya. Obat apa yang bisa membebaskan dirinya dari dosa ini? untuk meminta maaf sudah tak mungkin... Akhirnya dia bunuh diri...

Mereka berusaha menyelamtkan, tapi gagal. Melihat kejadian ini mereka bertaubat dan meminta ampun pada Tuhan atas kelancangan mereka melanggar wilayah kekuasaan Tuhan.

Mungkin taubat mereka diterima. Akhirnya kawannya yang bunuh diri ini dapat diselamatkan.

Dalam perjalanan menuju kematiannya, tokoh yang bubuh diri ini mengalami hal yang sama dengan temannya yang ia "bunuh", jatuh dari pohon dan tertimpa cabang pohon yang patah. Mejelang nyawanya kembali ke jasadnya, dia melihat temannya yang dia bunuh tersenyum kepadanya dan pergi bersama anjingnya dengan hati lapang dan gembira. Mungkin maksudnya dia udah memaafkan...

Ya, subhanallah. Entah siapa penulis skenario film ini... Yang pasti ada pelajaran yang bisa kita petik. Sayangnya adegan2 "aneh"dalam film ini gak disensor.

Cerita ini bisa jadi bahan mentoring atau bahan renungan buat kita dan teman2 kita yang suka film. KIta bisa ngarahin mereka supaya bisa mengambil pelajarab dari film yang mereka tonton. Juga mengarahkan u nutk memilih film yang bermuatan baik. Sukur-sukur bisa sadar bahwa film adalah saran ghazwul fikri yang berbahaya.

any comments?

My Photo
Powered by Friendster Blogs

May 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31